Friday, November 6, 2015

Cooperative learning

Cooperative learning adalah suatu strategi belajar mengajar yang menekankan pada sikap atau perilaku bersama dalam bekerja atau membantu di antara sesama dalam struktur kerjasama yang teratur dalam kelompok, yang terdiri dari dua orang atau lebih. Model ini berbasis pada teori belajar kognitif dan teori belajar sosial. Langkah-langkah pembelajaran menurut cooperative learning dibagi dalam beberapa langkah dengan urutan indikator yaitu:
1. menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa,
2. menyajikan informasi,
3. mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar,
4. membimbing kelompok belajar,
5. evaluasi, dan
6. memberikan penghargaan. Untuk pengelolaan kelas menurut model cooperative learning dijabarkan menjadi pengelompokan, semangat gotong royong, dan penataan kelas. Dalam model pembelajaran cooperative learning terdapat tiga model evaluasi, yaitu:
1. model evaluasi kompetisi,
2. evaluasi individual, dan
3. evaluasi cooperative learning.

Cooperative Learning adalah suatu strategi belajar mengajar yang menekankan pada sikap atau perilaku bersama dalam bekerja atau membantu di antara sesama dalam struktur kerjasama yang teratur dalam kelompok, yang terdiri dari dua orang atau lebih. Dimana pada tiap kelompok tersebut terdiri dari siswa-siswa berbagai tingkat kemampuan, melakukan berbagai kegiatan belajar untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang materi pelajaran yang sedang dipelajari. Setiap anggota kelompok bertanggung jawab untuk tidak hanya belajar apa yang diajarkan tetapi juga untuk membantu rekan belajar, sehingga bersama-sama mencapai keberhasilan. Semua Siswa berusaha sampai semua anggota kelompok berhasil memahami dan melengkapinya. Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidak-tidaknya tiga tujuan pembelajaran yaitu
1. Hasil belajar akademik,
2. penerimaan terhadap perbedaan individu, dan
3. pengembangan keterampilan sosial.

Prinsip model pembelajaran kooperatif  yaitu 1) saling ketergantungan positif; 2) tanggung jawab perseorangan; 3) tatap muka; 4) komunikasi antar anggota; dan 5) evaluasi / akuntabilitas proses kelompok (Lie, 2000).

      Manfaat dari Cooperative Learning antara lain: meningkatkan aktivitas belajar siswa dan prestasi akademiknya, membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan berkomunikasi secara lisan, mengembangkan keterampilan sosial siswa, meningkatkan rasa percaya diri siswa, membantu meningkatkan hubungan positif antar siswa.

Model pembelajaran kooperatif memiliki basis pada teori psikologi kognitif dan teori pembelajaran sosial. Fokus pembelajaran kooperatif tidak saja tertumpu pada apa yang dilakukan peserta didik tetapi juga pada apa yang dipikirkan peserta didik selama aktivitas belajar berlangsung. Informasi yang ada pada kurikulum tidak ditransfer begitu saja oleh guru kepada peserta didik, tetapi peserta didik difasilitasi dan dimotivasi untuk berinteraksi dengan peserta didik lain dalam kelompok, dengan guru dan dengan bahan ajar secara optimal agar ia mampu mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. Dalam model pembelajaran kooperatif, guru berperan sebagai fasilitator, penyedia sumber belajar bagi peserta didik, pembimbing peserta didik dalam belajar kelompok, pemberi motivasi peserta didik dalam memecahkan masalah,  dan sebagai pelatih peserta didik agar memiliki ketrampilan kooperatif.

2.2  Langkah-langkah dalam Cooperative Learning
Langkah-langkah pembelajaran cooperative learning dapat dituliskan dalam table sebagai berikut:
Langkah 1
Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa.

Indikator

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengkomunikasikan kompetensi dasar yang akan dicapai serta memotivasi siswa.

Langkah 2

Menyajikan informasi

Indikator

Guru menyajikan informasi kepada siswa

Langkah 3

Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar

Indikator

Guru menginformasikan pengelompokan siswa

Langkah 4

Membimbing kelompok belajar

Indikator

Guru memotivasi serta memfasilitasi kerja siswa dalam kelompokkelompok belajar

Langkah 5

Indikator

Evaluasi

Indikator

Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi pembelajaran yang telah  dilaksanakan

Langkah 6

Memberikan penghargaan

Indikator

Guru memberi penghargaan hasil belajar individual dan kelompok.

2.3  Pengelolaan Kelas Menurut Model Cooperative Learning

1. Pengelompokan
A. Kelompok homogen (Ability grouping) adalah praktik memasukkan beberapa siswa dengankemampuan yang setara dalam kelompok yang sama.
B. Pengelompokan heterogenitas (kemacam-ragaman),dibentuk dengan memperhatikan keanekaragaman gender, latar belakang sosioekonomi dan etnik, serta kemampuan akademis.
2. Semangat gotong-royong
    Dalam proses pembelajaran ini, agar berjalan secara efektif maka semua anggota kelompok hendaknya mempunyai semangat bergotong royong yaitu dengan cara membina niat dan semangat dalam bekerja sama yaitu dengan beberapa cara: a. Kesamaan Kelompok. b. Identitas Kelompok c. Sapaan dan Sorak Kelompok.

 3. Penataan ruang kelas
 Dalam hal ini keputusan guru dalam penataan ruang disesuaikan dengan kondisi dan situasi ruang kelas dan sekolah. Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan adalah: a) Ukuran ruang kelas, b) Jumlah siswa, c)  Tingkat kedewasaan siswa, f) Pengalaman guru dan siswa dalam melaksanakan metode pembelajaran gotong royong.

2.4  Model Evaluasi belajar Cooperative Learning

            Dalam model pembelajaran cooperative learning terdapat tiga model evaluasi, ketiga model  evaluasi tersebut adalah sebagai berikut:

1. Model Evaluasi Kompetisi
            Pada sistem peringkat jelas menanamkan jiwa kompetitif, karena sejak masa awal pendidikan formal, siswa dipacu agar bisa menjadi lebih baik dari teman-teman sekelas, sehingga siswa yang jauh melebihi kebanyakan siswa yang dianggap berprestasi, yang kemampuannya berada di bawah rata-rata kelas dianggap gagal atau tidak berprestasi.

2. Model Evaluasi Individual                        
            Dalam sistem ini, sistem siswa belajar dengan pendekatan dan kecepatan yang sesuai dengan kemampuan mereka sendiri. Anak didik tak bersaing dengan siapa-siapa, kecuali bersaing dengan diri mereka sendiri. Teman-teman satu kelas dianggap tidak ada karena jarang interaksi antar siswa di kelas. Berbeda dengan sistem penilaian peringkat, dalam penyajian individual guru menetapkan standar untuk setiap murid.

3. Model Evaluasi Cooperative Learning
            Sistem ini menganut pemahaman  homohomini soclus. Falsafah ini menekankan saling ketergantungan antar makhluk hidup. Kerjasama  merupakan kebutuhan yang sangat penting artinya bagi kelangsungan hidup. Prosedur sistem penilaian Cooperative Learning   diantaranya adalah tanggung jawab pribadi dan kelompok. Jadi siswa mendapat nilai pribadi dan nilai kelompok.

3.        PENUTUP
Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan pada makalah ini, dapat disimpulkan:

1.      Cooperative learning adalah suatu strategi belajar mengajar yang menekankan pada sikap atau perilaku bersama dalam bekerja atau membantu di antara sesama dalam struktur kerjasama yang teratur dalam kelompok, yang terdiri dari dua orang atau lebih. Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidak-tidaknya tiga tujuan pembelajaran yaitu  Hasil belajar akademik, penerimaan terhadap perbedaan individu, dan pengembangan keterampilan sosial.
2.      Teori belajar yang melandasi model pembelajaran cooperative learning adalah teori belajar kognitif dan teori pembelajaran social.
Langkah-langkah pembeajaran menurut cooperative learning dibagi dalam beberapa langkah dengan urutan indikator yaitu: menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa, menyajikan informasi, mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar, membimbing kelompok belajar, evaluasi, dan memberikan penghargaan.
Pengelolaan kelas menurut model cooperative learning dijabarkan menjadi pengelompokan, semangat gotong royong, dan penataan kelas.
Dalam model pembelajaran cooperative learning terdapat tiga model evaluasi, yaitu: model evaluasi kompetisi, evaluasi individual, dan evaluasi cooperative learning.

Tuesday, November 3, 2015

The New Goal of Learning : Character Building

Kesuksesan seseorang ternyata bukan dinilai dari banyaknya uang atau hidup yang layak di dunia. Karena kalau kita lihat banyak orang yang memiliki dunia dengan isinya yaitu kesenangan, tetapi cara mendapatkannya tidaklah baik.
Kalo seorang guru mengorasi murid-muridnya untuk menjadi orang yang sukses keduniaan, maka sungguh ini hanya sekedar membangun jiwa manusia untuk rakus di dunia. Ternyata tidak ada ilmu yang lebih berharga kecuali ilmu kesalehan, yaitu karakter baik dari manusia kepada manusia yang lain serta karakter kesalehan ibadah kepada tuhannya. Inilah yang malah akan mengantarkan kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Jika dengan baik kepada orang lain karena mengembangkan jiwa jujur, suka membantu orang lain, maka walaupun seseorang miskin, tetapi ia disenangi oleh  manusia lain, diberikan banyak jalan supaya ia tetap hidup dengan profesi (penghidupan). Dan dengan kesalehan kepada tuhannya sebenarnya ia berinvestasi kebahagiaan di akhirat. Sebenarnya ia juga mengusahakan sesuatu di luar dunia yaitu di akhirat. Inilah keuntungan yang berganda bagi orang yang mengembangkan karakternya.
So, hari ini saya pun berpikir, apalagi yang ingin saya berikan kepada murind-murid saya, apakah pengetahuankah ? apakah keterampilankah ? tetapi jika ia nanti hidupnya dengan kerakusan, dengan kecurangan, menghancurkan orang lain, acuh kepada orang lain, maka bukan kah saya menciptakan monster yang canggih nan mengerikan ?. Lebih baik saya menciptakan manusia yang hatinya lembut, jiwanya lembut mempesona orang lain, walaupun tidak memiliki apapun di dunia ini. Tetapi inysaAllah ia memiliki akhirat. Bukankah akhirat lebih baik dari pada dunia ?.
Mari merenung. ..

Saturday, October 24, 2015

Informasi UKG 2015

Pada tahun 2015 semua guru akan dilakukan uji kompetensi (UKG) untuk melihat seberapa baik komptenesi yang dimiliki oleh guuru di Indonesia.

Web yang bisa kita kunjungi adalah http://mirror.pusbangprodik.org/


Kemudian untuk melihat peserta UKG 2015 ada di link web yang didirect dari pusbangprodik ke alamat berikut :

http://info.gtk.kemdikbud.go.id/
Sayang sekali pada tanggal 24 Oktober 2015 sedang ada maintenance server. Sedangkan link alternatifnya tidak bisa dibuka. (ahhh... sama saja)

Selamat berjuang Bapak / Ibu Guru di UKG 2015.



Thursday, October 1, 2015

Manajemen Partisipasi Siswa

Setiap masalah dalam dunia pendidikan itu tidaklah bisa disamakan solusinya di semua tempat kejadian. Karena kompleksnya permasalahan di dalam menyelesaikan masalah. Kultur lingkungan juga sangat mempengaruhi.
Saya melihat dengan penuh tanda tanya, dalam sebuah institusi pendidikan, memang sudah baik ketika awalan dimulainya KBM pada jam pertama, diawali dengan doa-doa. Tetapi pada saat saya dengar justru suara yang terdengar adalah suara dari salah satu guru. Jika itu kemudian berlanjut hingga seterusnya, maka partisipasi siswa dan keberanian siswa untuk turut dalam pendidikan menjadi kurang.
Pendidikan yang baik mampu menjadikan siswa berani berbuat yang baik. Guru memberikan pendidikan, pengarahan, contoh dan teladan, kemudian siswa mampu mengikuti hingga ikut menjalankan sistematika pendidikan dengan baik. Effective dan Efisien adalah arah menuju kesuksesan manajemen.
Wallahuallamu bisshowab.

Wednesday, August 19, 2015

Undangan MGMP KKPI Demak

Untuk memudahkan komunikasi sementara saya upload di sini, ini web coret2 latihan saya.
Silahkan didownlod kemudian diprint atau ditunjukkan kepada Kepala Sekolah masing-masing. Untuk undangan asli akan kami berikan pada saat acara. Terima kasih.
Download di sini 

Monday, May 18, 2015

Memeriksa Tunjangan Pendidikan ( apa ya .. yang kurang dari saya ?)

Teman-teman yang ingin mengetahui progress dari validasi pengajuan tunjangan profesi bagi guru-guru silahkan bisa memasuki web ini. Terbukti handal. 





Silahkan lakukan pencarian dengan mengklik nama kolom sehingga ada tanda panah kemudian ketik nama orang atau nama sekolah yang akan di filter. 
Silahkan di klik salah satu nama dengan menekan tanda panah kecil di sebelah NUPTK sehingga akan muncul seluruh data tiap orang. 

Selamat mencoba

Thursday, April 30, 2015

Standar Pendidikan

Standar pendidikan
1. Standar Isi
2. Standar Proses
3. Standar Penilaian Pendidikan
4. Standar Pendidik dan tenaga kependidikan
5. Standar Sarana dan Prasarana
6. Standar Pengelolaan
7. Standar Pembiayaan
8. Standar Kompetensi Kelulusan