Wednesday, April 29, 2015

Antara Aplikasi dan Aturan yang tidak Sinkron

Membuat kebijakan itu walau termasuk tidak mudah, tetapi ada hal yang lebih sulit dari membuat kebijakan. Yaitu implementasi kebijakan di lapangan. Tetapi implementasi saja pun masih ada yang lebih sulit yaitu mengendalikan / contolling kebijakan dan implementasi.
Banyak yang sudah ditelurkan dalam kebijakan pendidikan. Undang-undangnya pun bertumpuk-tumpuk. Aturan silih berganti dari waktu ke waktu. Pelaku pendidikan harus rajin-rajin membaca aturan terbaru.
Sekalipun begitu, kadang tidak berguna atau muntah saja ketika diimplementasikan. Ternyata implementasi itu tidak sejalan dengan pemikiran para pembuat kebijakan. Sementara pembuat kebijakan tidak mengerti dan tidak mau tahu implementasi di lapangan. Implementasi di lapangan tidak membuat kebijakan itu menaungi perjalanan implementasi.
Contoh yang jelas pada judul posting kali ini adalah antara aplikasi dan aturan itu tidak sinkron atau sejalan. Implementasi pembuatan aplikasi ternyata tidak memasukkan seluruh kebijakan. Sehingga di sana kemari masih ada yang kekurangan jam. Sudah mengajar, sudah menjabat masih saja kurang jam. Ini menjadi menyulitkan guru. Guru menjadi tidak fokus dengan tupoksinya karena harus diributkan dengan administrasi yang berubah-ubah dan tidak kunjung selesai-selesai.
Ini semua adalah penyebab pemimpin yang tidak mau tahu jalannya kebiajakan, semua diserahkan kepada bawahan yang korup, bawahan yang tidak bisa bekerja, bawahan yang malas. Atau pembuat kebijakan itu sendiri yang sebenarnya berretorika dengan kebijakan yang berpihak padahal dibalik itu ada keuntungan besar yang ia simpan untuk diri sendiri.
Pemimpin yang benar dan sebenarnya hingga hari ini belum yang mampu merencakanan dengan baik yang sudah menaungi rakyat indonesia, melaksananakn dengan baik amanat rakyat, mengendalikan kerja-kerja bawahan di lapangan, dan mengevaluasi untuk perbaikan yang terus menerus.
Hingga hari ini rakyat masih bingung untuk berkeluh kesah dengan siapa. Dengan orang yang tepat yang akan menikamnya ? atau kah dengan orang yang sengaja ingin menghancurkan dirinya ?. Ini menunjukkan bahwa pemimpin, pejabat, dan pelaksana penguasa hajat-hajat rakyat indonesia tidak mau dikoreksi, tidak dikritik, tidak mau dirubah apalagi melakukan perubahan mandiri.
Sampai kapan ? semoga ini akan cepat berakhir. Indonesia harus cepat berubah ke arah yang baik. Bukan semakin hari semakin buruk di seglaa lini kehidupan. Bahkan tidak ada yang aman untuk hidup yang lebih baik ? Jika tidak akan sulit untuk diatasi di kemudian hari. Oleh siapapun, kecuali Allah SWT yang mengancurkannya.

No comments:

Post a Comment